CARA MERAWAT KAIN ABAYA

Merawat abaya dan menjaganya agar tetap dalam kondisi bersih merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga agar penampilan tetap prima. Umumnya abaya terbuat dari bahan yang halus dan memliliki berbagai jenis hiasan/ aplikasi seperti payet atau sulaman sehingga kita harus memeriksa label perawatan untuk mengecek komposisinya.

Abaya dengan manik-manik, payet, atau hiasan logam membutuhkan perhatian khusus karena harus dicuci dengan tangan dan dikeringkan dengan perlakuan yang lebih lembut agar tidak merusak sulaman.

Penting bagi kita untuk mengetahui komposisi kain abaya, yaitu terbuat dari 100% polyester, 100% kapas, campuran atau elastane (spandex, lycra) agar metode pencucian dan perawatannya benar. Kesalahan yang dilakukan dapat menyebabkan kerusakan pada kain abaya, seperti scorch (kilap bekas setrika), menyusut, warna pudar.



MENCUCI ABAYA

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mencuci:

  1. Buang tisu atau kertas dan keluarkan benda yang ada di saku abaya.
  2. Pisahkan baju yang memiliki kertas non woven atau kertas backing bordir karena mudah hancur saat dicuci dan serpihannya akan menempel di baju.
  3. Resleting harus dalam keadaan tertutup mencegah kerusakan mesin cuci dan pakaian sedangkan kancing harus dalam keadaan terbuka untuk mengurangi tekanan saat tersangkut sehingga kancing tak mudah lepas.
  4. Balik abaya sehingga bagian dalamnya menjadi di luar (inside out). Cara ini dianggap dapat mencegah warna pudar. Bagian kain yang selalu berada di luar saat dicuci, biasanya akan lebih cepat memudar.
  5. Pisahkan pakaian yang memiliki kancing logam dan berbahan berat, tebel, dan keras seperti denim, drill, atau sejenisnya untuk menghindari friksi (gesekan) berlebih saat mencuci dengan mesin agar tidak merusak bahan abaya.
  6. Pastikan kondisi mesin cuci dalam keadaan bersih dan prima agar tidak menyebabkan abaya nampak berdebu/ kotor setelah dikeringkan karena akumulasi residu yang terperangkap di mesin cuci dapat menempel kembali ke pakaian. Solusinya, bersihkan tabung dan filter mesin cuci menggunakan pembersih mesin cuci secara rutin/ berkala.
  7. Prewashed abaya (mencuci untuk pertama kali): Cuci abaya secara terpisah minimal 2-5 kali sesuai warnanya, terutama Abaya dengan pewarnaan kuat, seperti merah tua/ maroon, navy/ biru dongker, hitam/ formal jet black. Tidak perlu kuatir jika terjadi bleeding (pelepasan warna) saat prewashed, ini bukan luntur kondisi abnormal dimana warna tidak berhenti meluruh hingga menyebabkan warna Abaya menjadi pudar. Pelepasan lapisan warna pada Abaya dengan pewarnaan kuat saat prewashed adalah normal dan tidak merubah warna aslinya, karena yang meluruh hanyalah lapisan zat warna yang masih menempel/ tidak dapat diserap lagi oleh serat kain saat proses produksi. Biasanya, setelah prewashed kain menjadi semakin lemas, permukaan kain terasa lebih halus (smooth), dan lunak (soft) karena lepasnya lapisan zat warna (residu) yang menutup pori-pori kain dengan pewarnaan kuat yang mungkin menyebabkan kain (before prewashed) terasa risih saat disentuh.


Cara Mencuci Abaya Secara Manual Menggunakan Tangan

Jika kamu ingin mencuci menggunakan tangan maka cuci abaya seperti mencuci pakaian biasa namun dengan ekstra hati-hati. Beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat mencuci abaya menggunakan tangan:

  1. Cukup rendam 10-15 menit saja atau langsung cuci tanpa merendamnya terlebih dahulu mungkin lebih baik. Jangan merendam abaya terlalu lama, bahkan hingga bermalam karena selain menyebabkan bau tak sedap, juga dapat merusak serat kain (berbahan natural) dan menyebabkan warna menjadi kusam/ melunturkan warna aslinya.
  2. Gunakan air dingin, untuk kain berbahan polyester suhu maksimal 30 derajat celcius. Selengkapnya mengenai temperature guide bisa baca disini.
  3. Gunakan deterjen yang lembut/ ringan dan hanya sedikit (dosis sesuai). Disarankan mencuci abaya dengan biji klerak, khusus warna formal jet black atau cuci dengan shampo abaya atau hair shampo liquid berwarna hitam agar kehitaman abaya terpelihara (unfaded).
  4. Hindari menggosok area bordir, payet, manik-manik, atau hiasan logam.
  5. Kucek dengan lembut hanya pada area yang bernoda/ kotor. Jangan disikat dengan sikat cuci karena mungkin dapat membuat jalinan benang/ tenunan bahan abaya renggang/ terkoyak/ tercabut. Jika terpaksa harus menyikatnya, gunakan sikat yang lembut seperti sikat gigi.

Cara Mencuci Abaya Menggunakan Mesin Cuci

  1. Sama seperti yang kita lakukan dengan pakaian biasa, pisahkan dan cuci abaya dengan warna serupa/ sama, misal putih dengan putih, formal jet black dengan formal jet black. Ini akan mencegah warna luntur ke kain lain (terutama saat prewash/ pencucian diawal pemakaian) dan akan menghindari perubahan warna yang tidak diinginkan. Selain itu cara ini juga sangat efektif menghindari debu dari baju berwarna terang menempel di abaya warna hitam atau formal jet black. Namun, jika debu pakaian lain terlanjur tercuci bersama abaya hitam yang menyebabkan abaya hitam tak terlihat bersih karena tertempeli debu serpihan kain, maka: Cara pertama: Gunakan selotif/ lakban bening, cukup tempelkan selotip di kain yang ditempeli serpihan debu kain, dan tarik perlahan. Ulangi hingga debu yang menempel di kain terangkat dan menempel di selotip; Cara kedua, gunakan sikat halus; Cara ketiga, cuci ulang dengan tangan dan pisahkan abaya hitam saja.
  2. Sekali lagi, karena abaya adalah pakaian yang lembut, maka cuci dengan mode sehalus mungkin sehingga mencegah kerusakan pada kain. Pastikan isi tabung mesin cuci tidak terlalu banyak/ kepenuhan baju kotor.
  3. Gunakan siklus halus (delicate), pada suhu rendah (tidak lebih dari 30°C) untuk mencegah penyusutan akibat panas dan menghindari jahitan/ aksesoris dekoratif lepas.
  4. Cuci bagian dalam (dibalik) untuk mencegah warna memudar.
  5. Gunakan detergen lembut, klerak (biji pembersih alami), dan untuk abaya berwarna hitam/ formal jet black sebaiknya cuci abaya menggunakan shampo khusus abaya seperti persil black abaya shampojika sulit untuk mendapatkannya bisa juga menggunakan shampo rambut yang berwarna hitam.
  6. Masukkan abaya kedalam kantung cucian (laundry nett/ mess) untuk melindungi abaya dari tersangkut (snagging), masukkan abaya ke dalam sebelum dimasukkan ke dalam mesin cuci. Hal ini sangat disarankan jika abaya Anda memiliki manik-manik atau kristal, meskipun manik-manik yang tidak diamankan dengan baik mungkin masih terlepas saat dicuci.



MENGERINGKAN ABAYA

Setelah selesai mencuci, selalu keringkan abaya dengan udara (dry naturally) atau teduh berangin misal dibawah pohon, teras, jemuran beratap agar abaya tetap mendapatkan sinar UV yang berfungsi sebagai natural disenfectant (sanitizing) sehingga membunuh kuman (bakteri dan virus) serta mencegah bau tak sedap, ingat pengeringan bukan dengan panas matahari langsung karena sinar matahari bersifat natural bleaching yang dapat memudarkan warna abaya dan bila terlalu kering dapat merusak serat kain abaya yang terbuat dari bahan natural (kapas, cocoon silk). Sebisa mungkin hindari pengeringan dengan mesin karena karena panas dan friksi (gesekan) saat pengering dapat membuat kain lama kelamaan aus dan terlihat kusam, jika terpaksa menggunakan mesin gunakan mode paling halus. Jika kamu mencuci abaya dengan tangan, peras sisa airnya dengan lembut sebelum digantung.

Perhatian:

  • Peras cucian dengan cara memeras-merasnya bukan memelintirnya.
  • Setelah dicuci, kibas-kibas abaya untuk mengurangi kerutan kemudian segera menjemurnya. Jangan biarkan pakaian yang sudah dikeringkan di mesin cuci menunggu lama untuk dijemur karena menyebabkan abaya lecek (kusut) akibat kerutan semakin dalam sehingga abaya sukar halus kecuali disetrika terlebih dahulu dengan suhu tinggi.
  • Jemur abaya dengan posisi bagian dalam diluar (dibalik) agar warna lebih terpelihara.

MENYETRIKA ABAYA

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menyetrika gamis/ abaya:

  • Tentukan metode dan suhu penyetrikaan yang tepat sesuai dengan jenis kainnya. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada kain akibat penyetrikaan yang salah.
  • Berbeda dengan kain dari benang natural seperti cotton, rami, dan wool 100% yang tahan penyetrikaan suhu tinggi, kain polyester terbuat dari serat sintetis (buatan) thermoplastic (plastic polymer) yang sangat sensitif terhadap suhu tinggi (panas). Kerusakan pada kain polyester akibat panas berlebih seperti menyusut, gosong, hingga meleleh (berlubang) bersifat permanen (irreversible).
  • Untuk kain polyester, selalu gunakan seting suhu rendah dibawah 130 derajat celcius, dry iron biasanya ditandai mode nylon. Jika sangat perlu untuk disteam maka gunakan suhu terendah dibawah 100 derajat celcius (small amount steam) dan protective cover/ sheet anti heat iron cloth cover berfungsi sebagai penahan panas. Tips steam iron, klik disini.
  • Do not iron polyester until it is very necessary (jangan menyetrika polyester kecuali sangat diperlukan). Apakah kain polyester aman disetrika? Selengkapnya baca disni.
  • Uji suhu setrika sebelum menggunakannya (dibagian dalam ujung abaya).
  • Jangan biarkan setrika berada di tempat yang sama karena kainnya dapat meleleh (tidak tanah panas).
  • Basahi kain polyester dengan sedikit cairan spray untuk melembabkan/ melunakan serat kain (jika perlu).
  • Tapak setrika (soleplate) bisa menjadi sangat panas saat digunakan. Berhati-hatilah agar tidak merusak pakaian yang tidak tahan suhu tinggi saat menyetrika di papan setrika.
  • Setrika abaya pada bagian dalam (wrong side) agar warna tidak cepat kusam dan tidak meninggalkan efek kilap atau hangus bekas panas setrika (shiny iron marks/ scorch) pada bagian muka kain.
  • Untuk abaya dengan sulaman, gunakan selembar katun/ kertas (protective cover) di atas hiasannya berfungsi sebagai penahan panas.


MENYIMPAN ABAYA

  • Gunakan gantungan (hanger) saat menyimpan abaya di lemari agar tetap rapi dan tidak kusut.
  • Hindari menggantungnya di gantungan plastik/ kabel kecil dan tipis yang mudah melengkung, karena dapat merusak bentuk bahu abaya. Sebagai gantinya, gunakan gantungan lebar dan tebal, contoh hanger kayu.

LAUNDRY STRIPPING

Lakukan laundry stripping secara berkala pada koleksi abaya kita untuk mengembalikan performa seperti sedia kala.

Laundry stripping artinya mencuci pakaian bersih, dimana proses pembersihan dilakukan secara mendalam (deep clean) agar pakaian, handuk, dan sprei bersih dari semua kotoran, keringat, minyak tubuh, pelembut kain, detergen, dan residu lain yang mungkin tidak dapat dihilangkan dengan mesin cuci biasa. Residu tersebut dapat menyebabkan pakaian bersih kita menjadi berwarna kusam, cepat menimbulkan bau/ aroma tak sedap (apek) ketika dipakai, dan tekstur kain berubah menjadi lebih keras/ kaku.

Terdapat beberapa produk laundry treatmen komersil yang dapat Anda gunakan karena mampu menghilangkan partikel, menahan residu kedalam suspensi air, dan mencegahnya mengendap kembali ke serat kain, diantaranya RLR